Blora,- Kosongnya posisi ketua DPC PDI-P Kabupaten Blora, setelah meninggalnya Hartomi Wibowo segera disikapi oleh kepengurusan DPC.
Sekretaris DPC Partai berlambang moncong putih, Joko Supratno mengatakan telah mengirim surat kepada dewan pengurus daerah (DPD) Jawa Tengah dan dewan pengurus pusat (DPP).
Namun sampai berita ini diturunkan, Joko mengaku belum ada tanggapan dari DPP. “Mungkin masih sibuk dengan pelengkapan bukti-bukti pelanggaran pilpres,” ujarnya Jum’at (17/7) lalu.
Disinggung dengan kabar beberapa kader yang mendesak segera dilaksankana konferensi cabang luar biasa, pria yang masih aktif sebagai anggota DPRD Blora ini mengatakan, dalam AD/ART tidak ada istilah Konfercablum dengan alasan ketua meninggal dunia.
Senada juga dikatakan Bagong Suwasono, Ketua bidang pengkaderan pemuda dan olahraga DPC PDI-P Blora mengatakan, kalau ada kader menuntut pelaksanaan Konfercablub, malah perlu dipertanyakan kekaderannya. “Dalam AD/ART PDIP tidak ada istilah Konfercablub,” katanya.
Namun, menurut Joko, DPC PDI-P kabupaten Blora mulai melakukan pembaharuan kepengurusan karena ada beberapa pengurus kecamatan yang mengundurkan diri.
Mengenahi kemungkinan carteker yang akan ditunjuk oleh DPP, Joko belum tahu. “Sepenuhnya itu wewenang DPP,” tegasnya. (lik)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar